besok sudah resmi satu minggu Ragillia menjadi peri penjaga hutan carvana. selama satu minggu tak pernah ada sesuatu yang berarti yang mengganggu tugasnya. pun dia melakukan semua tugasnya dengan baik. seperti misalnya pagi ini, dia mendentangkan genta mungil miliknya untuk membangunkan seluruh isi hutan. lalu membersihkan diri dan keluar dari rumah mungilnya di pangkal batang pohon tertinggi di hutan carvana. ragillia terbang turun ke akar pohonnya dan membisikkan mantra yang membuat air dalam tanah bersirkulasi dengan baik. ragillia lalu terbang berkeliling hutan dan puas melihat semua penghuninya beraktivitas dengan semangat.

ragillia sangat suka melukis dan merajut, maka jika dia sedang tidak berpatroli keliling hutan, dia akan mengisi waktunya dengan melukis atau mengerjakan rajutan. dia senang membagikan lukisannya untuk nyonya berang-berang dan ibu beruang. ragillia juga membuatkan mantel rajutan untuk keluarga rusa totol dan sedang mengerjakan rajutan topi-topi kecil untuk para tikus tanah. kebaikan hati dan keriangannyalah yang membuat dia disayangi oleh seisi hutan walaupun dia baru bertugas selama satu minggu.

***

senja itu seperti biasa ragillia sedang menikmati semilir angin dan matahari yang nyaris tenggelam di sebuah cabang pohon sambil mengerjakan rajutannya. tiba-tiba dia dikejutkan oleh teriakan dari arah sungai. dengan sigap ragillia melompat dan terbang ke sungai. sesampainya di sungai dia melihat seekor rusa kecil bermata bulat yang terlihat sangat ketakutan. kakinya terjepit di bebatuan sungai dan seekor burung parkit kecil sedang mematuki kepalanya.

” Hey parkit pergilah! jangan ganggu dia!” ragillia mencoba membantu si rusa sambil menghalau si parkit.

” tidak peri! dia tidak menggangguku! dia sahabatku!” kata si rusa sambil menahan sakit.

” ah, maaf aku tidak tau! ayo parkit bantu aku mendorong batu ini!” ujar ragillia. si parkit terbang ke samping ragillia dan membantunya mendorong batu.

” tunggu!” seru si parkit. ragillia menatapnya bingung.

” ada apa?”

” bukankah kau peri? mengapa tak kau gunakan sihirmu untuk mengeluarkan kaki Nano?”

” astaga aku lupa!” ragillia menepuk jidatnya. dia segera mengucapkan mantra dan membuat batu-batu itu tergeser. kemudian dia menyembuhkan kaki rusa itu dan mengajak mereka ke rumahnya.

” jadi namamu Nano?” tanyanya kepada si rusa.

” Iya.”

” dan kamu parkit cantik?”

” aku karin.”

” nama yang bagus! jadi apa yang tadi kalian lakukan hingga kakimu terjebak di sungai Nano?”

” kami sedang melarikan diri, peri!”

” ah ya, panggil aku ragillia! kalian melarikan diri? dari apa?” ragillia menghidangkan teh bunga camomile dan sepiring biskuit dari biji bunga matahari sambil mendengarkan Nano bercerita yang selalu disela oleh riuhnya komentar karin.

” astaga! aku tak percaya hal seperti itu bisa terjadi! aku harus melakukan sesuatu!”

” Benar ragillia! sepertinya memang hanya kamu yang bisa menolong kami!”

” baiklah, kita atur strategi dulu! sementara itu kalian bisa beristirahat di rumahku. besok pagi kita cari bantuan!”

ragillia mempersilakan nano dan karin untuk beristirahat. sedangkan dia sendiri segera menyiapkan barang-barang yang sekiranya dia perlukan.

————————————————————————————————————————-

*kira-kira ceritanya bersambung*

3 months ago
  1. ragilliarach reblogged this from belindch and added:
    Oom Ndru, pengen buat ilustrasinya :)
  2. ragilliarach said: akkkk, benerr, pengen deh buat ilustrasinyaaa bell :D hahah, dan baru sadar ini gegara postingan saya yang ittuu~ hahaha
  3. nnndaru said: terus agil doonggg bikin ilustrasinyaaa :D #bakalkerenbanget
  4. belindch posted this