Ragillia sedang mencari teman untuk menikah, karena kekasihnya diculik oleh makhluk serupa bawang yang membawanya terbang ke angkasa.
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia mendatangi setiap padang rumput dan berharap bertemu rusa-rusa jantan yang cantik yang akan menunjukkan padanya letak hutan hujan tropis
dia bertemu seekor rusa jantan dengan tanduk yang kokoh dan menawan, rusa itu menunjukkan bahwa hutan hujan tropis tak jauh dari padang rumputnya,
dia berlari ke arah bukit dan berbelok ke utara dan dia menemukan hutan hujan tropisnya.
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia menjenguk satu persatu pohon besar di hutan hujan tropis berharap menemukan kurcaci dengan rumah jamurnya yang akan menunjukkan padanya letak rawa-rawa berkabut
di balik sebuah pohon besar dia bertemu dengan seorang kurcaci yang tengah memasak sup jagung untuk anak-anaknya, kurcaci itu memberi tahu bahwa rawa-rawa berkabut terletak di seberang sungai,
dia berlari ke barat dan menemukan sungai, dia menyeberangi sungai dengan mengangkat gaunnya yang berwarna jingga, dan dia menemukan rawa-rawa berkabut.
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia mengetuk sebuah pondok yang berdiri miring di tepi rawa, seekor centaurus membukakan pintu.
Ragillia terpesona oleh ketampanan sang centaurus, tapi dia kemudian ingat tujuannya,
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia bertanya kepada centaurus bagaimana caranya mendaki hingga ke langit, Ragillia ingin menyelamatkan kekasihnya sebelum terlambat.
Centaurus berkata bahwa dia harus menyeberangi padang pasir dan menemukan bukit bintang, bukit yang puncaknya menyentuh bintang besar, di sanalah kekasihnya disembunyikan oleh makhluk-makhluk bawang
Centaurus mengantarkan Ragillia hingga ke tepi hutan hujan tropis dan menunjuk sebuah bintang yang sangat besar di utara, bintang itulah yang harus ditujunya
Ragillia berterima kasih dan segera berjalan mengikuti bintang utara hingga menemukan padang pasir yang maha luas.
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia berjalan tertatih menyeberangi padang pasir hingga kakinya kelelahan dan dia sangat kehausan
dia pingsan tanpa pernah ada yang tau keberadaannya.
Ragillia sendirian di tengah padang pasir
dan dia sedang mencari teman untuk menikah,
maka datanglah serombongan pengembara yang hendak hijrah ke tanah kedamaian
rombongan itu dipimpin oleh seorang pemuda yang gagah perkasa dan mereka menemukan Ragillia yang pingsan
pemuda itu memutuskan untuk menolong Ragillia, Ragillia siuman di dalam tenda peristirahatan yang didirikan oleh rombongan pengembara, berselimut kain wol rajutan yang indah.
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia menceritakan kesusahan hatinya kepada sang pemuda yang kemudian menyediakan diri untuk membantunya pergi.
dengan dua ekor kuda dan perbekalan yang lengkap, berangkatlah dia ditemani oleh sang pemuda yang meninggalkan rombongannya
mereka menuju bukit bintang.
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia rela bersusah payah mendaki bukit bintang yang terjal, ditemani oleh sang pemuda, setelah dua hari penuh menyeberangi padang pasir.
dia tiba di puncak bukit bintang dan menemukan sebuah gerbang berwarna keemasan, pintu untuk memasuki bintang utara yang selama ini diikutinya, bintang yang ternyata adalah sebuah kastil berwarna emas dan bercahaya
dia mendorong gerbang itu dan memasuki sebuah taman bunga yang sangat indah, dia berjalan di jalan setapak hingga sampai di depan sebuah pintu kayu raksasa
dia mengetuk pintunya yang terbuka pada ketukan ketiga
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia memasuki kastil itu, meminta sang pengembara untuk menunggunya di luar saja
dia berjalan di lorong-lorong raksasa, dengan berbagai macam lukisan yang tergantung di dindingnya, dengan patung-patung kristal berbentuk bunga-bunga di sepanjang lorongnya
dia berjalan dan menemukan sebuah pintu
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
di bukanya pintu itu
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
dan kekasihnya tengah berdansa dengan seorang putri yang sangat cantik, si pemilik kastil
dan kekasihnya menemukan Ragillia di depan pintu
dan kekasihnya meminta maaf karena dia kini jatuh cinta pada putri kastil itu
dan Ragillia memutuskan untuk pulang
dan Ragillia patah hati
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia pergi dari kastil itu tanpa bicara apa pun lagi, hatinya yang nyeri telah mengikat lidahnya menjadi simpul mati
dia bertemu lagi sang pemuda yang menyambutnya dengan penuh tanda tanya
dia bertemu lagi sang pemuda yang mengulurkan kedua lengannya
dia bertemu lagi sang pemuda yang memberinya pelukan persahabatan
dia bertemu lagi sang pemuda yang membuat pertahanan hatinya runtuh
dalam pelukan sang pemuda, airmatanya terjatuh
airmata Ragillia menitik di jalan setapak berbatu, di tengah taman bunga kastil itu
airmata Ragillia memercik, memancarkan cahaya yang membuat kastil dan seisinya berguncang hebat
sang pemuda membawa Ragillia berlari
sang pemuda membawa mereka berdua pergi dari kastil dan seisinya yang mulai porak poranda
sang pemuda mendorong pintu gerbang emas dan berhasil menyelamatkan mereka berdua
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia memandangi kastil bintang utara yang merekah, hancur dengan kekasihnya dan putri kastil yang masih ada di dalamnya, yang tak sempat menyelamatkan diri mereka, juga para bawang yang licik, yang mencuri kekasihnya
dia berpegangan erat pada sang pemuda yang memeluknya
dia dan sang pemuda menyaksikannya, kastil itu luruh
menyisakan pemandangan indah berupa cahaya yang menari di langit
aurora
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
maka dia menghapus airmatanya, tersenyum bahagia melihat keindahan aurora, alpa pada luka hatinya yang baru saja menganga, lalu luka itu sirna
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
dia melihatnya dalam mata sang pemuda yang sedang memeluknya, cinta
Ragillia sedang mencari teman untuk menikah,
ternyata bukan kekasihnya, sang pemudalah yang jantungnya berdegup selaras dengan degup jantung Ragillia
ternyata bukan kekasihnya, sang pemudalah yang merelakan diri menemaninya pulang kembali ke rumah
ternyata bukan kekasihnya, sang pemudalah yang kemudian menikahinya
dalam sebuah pernikahan indah di padang rumput sang rusa jantan
dalam sebuah pernikahan indah dengan sajian yang dimasak oleh kurcaci hutan
dalam sebuah pernikahan indah dengan iringan harpa yang dimainkan oleh Centaurus
Ragillia tidak lagi mencari teman untuk menikah
Ragillia sudah menemukannya.
mungkin aku tak akan mendapatkan apa yang aku inginkan, justru ketika aku bertemu dengan sosok sempurna yang kudamba, justru saat itu jantungku tidak berdegup untuknya, justru saat itu aku menemukan orang yang sederhana, yang selama ini tak kusangka, justru ketika itu aku tau bahwa dialah yang benar-benar memeluk hatiku
FIN
P.S. tulisan iseng ini iseng dibuat untuk Ragillia yang pagi-pagi posting quote iseng, ” Ragillia sedang mencari teman untuk “
-
university26fg liked this
-
eccieci liked this
-
wurway liked this
-
trisakumon reblogged this from ragilliarach and added:
menikah dimana sang hati pria masih terlelap tidurnya menunggu diketuk hatinya oleh sang ragillia. cepatlah menikah aku...
-
deakhumaira liked this
-
ardfsaa liked this
-
ragilliarach said:
naooooooooooooooooonnn ieuuu tehhhhh -_________-’ hhaha, taapi bagus bell (alo sebenernya bukan untuk menikah sihh)… Reblog ahhh :] meni niat di buat ceritaaa~ errrh
-
ragilliarach reblogged this from belindch and added:
Ceritanya bagus TOLONG ABAIKAN SAJA NAMANYA YAAAA~
-
ragilliarach liked this
-
belindch posted this




