my first trial digital sketching my self

my first trial digital sketching my self

Gelato dari Danissyamra

gelato kedua rasa coklat mint plus almond dari danis :’)

1 day ago -

Gelato dari karinpradita

Iseng melemparkan tantangan menulis #gelato dan disambut oleh karinpradita

1 day ago -

Gelato

Aku melihatmu pertama kali dalam pakaian kusut dan wajah kumal. Turun dari kereta yang mengantarkanmu menemuiku. Setelah sekian lama kita hanya berbincang melalui telepon selular, akhirnya aku, kita maksudku, dapat saling mewujud di hadapan masing-masing.

Itu bulan Oktober yang basah. Bahkan banjir. Malamnya, malam yang akhirnya akan kita kenang selamanya sebagai malam kencan pertama kita, kau mengajakku ke sebah kedai kecil yang selalu luput dari pandanganku. Kedai itu menyempil di antara bangunan tua di Kota Lama Semarang. Aku tak habis pikir bagaimana caramu menemukannya. Kau bilang, ini karena kau memiliki radar yang bisa mengendusnya dalam jarak ratusan kilo meter  sekaligus. Radar untuk mengendus Gelato.

Kau memesan 2 gelas gelato yang masing-masing berisi 2 scoop gelato. Kau langsung tau rasa kesukaanku, mint dan kopi. Ide menambahkan topping almond adalah idemu karena kau bilang almond bisa menambah rasa gurihnya. Aku menurut saja. Aku baru dalam bidang gelato ini.

***

Salahkan bila aku lantas menyayangimu? Pria berambut gondrong dengan penampilan semaunya yang berani sekali duduk di kursi ruang tamu, menghadap orangtuaku. Aku lemas saat kamu mengatakan itu, bahwa kamu ingin serius denganku. Ah, aku menepok jidat. Betapakah kita terlalu terburu nafsu? Bahkan belum genap seminggu kita bertemu tapi kau sudah melamarku.

***

Gelato, gelato, gelato.

Aku mencari gelato setelah kita berpisah. Kamu harus kembali ke Jakarta untuk bekerja, dan aku kembali ke Jogja untuk kuliah. Aku berharap menemukan dirimu dalam gelato itu. Berharap gelato bisa mengobati rasa rinduku.

***

” Mas lebih dari mencintaimu Dek, mas menyayangimu. Makanya mas menikahi adek. Tapi kalau adek belum siap, mas bersedia menunggu. Tapi mas ingin kamu Dek.”

Aku terdiam menyesap keheningan. Merasakan gelato rum yang meleleh di lidahku. Dingin gelato secara aneh justru menghangatkan hatiku. Dengan tersenyum, aku menganggukkan kepala.

Itu adalah bulan Desember. Bulan di penghujung tahun. Bulan kelahiranku. Kau membawa 3 mobil penuh keluargamu. Melamarku.

***

Aku memasukkan gelas-gelas kosong bekas gelato yang telah dicuci ke dalam rak piring. Aisha, anak sulungku baru saja berkunjung dan membawa 3 kotak gelato rasa bubblegum, tiramisu, dan mint dari toko gelato miliknya. Aku senang walau hanya mengecap sedikit saja karena gigi-gigi tuaku kini telah menjadi sangat sensitif. Sisanya, malaikat-malaikat kecilku yang menghabiskan, mereka adalah anak-anak Aisha.

Terdengar suara langkah diseret dan pintu kamar dibuka. Ah, itu pasti suamiku. Segera kuselesaikan pekerjaanku dan terbungkuk-bungkuk berjalan ke kamar. Punggungku ini sekarang telah menjadi begitu melengkung dan sering sakit karena pekerjaanku sebagai dokter gigi yang akhirnya aku lepaskan sekitar 5 tahun yang lalu. Di usiaku yang ke 55.

Di kamar, aku menemukan suamiku telah naik ke atas tempat tidur kami. Dia menoleh dan tersenyum saat aku masuk. Senyum yang masih sama mendebarkannya seperti 35 tahun yang lalu. Aku menyusulnya naik ke tempat tidur. Dengan perlahan, dia berguling menatapku.

” Kamu sudah tua ya Dek.” katanya sambil memandangi wajahku. Aku pura-pura cemberut lalu membalasnya,

” Tapi masih tetap lebih muda dari mas!”

” Dan setua ini, kamu masih kolokan!” dia tertawa. Aku menggelitikinya. Kami berdua tertawa hingga akhirnya dia terbatuk-batuk. Aku mengelus-elus dadanya dan dia tersenyum.

” Gelato Aisha enak sekali.” ujarnya.

“Mas minum banyak ya?” tanyaku, sudah siap mengomel. Dia tidak mempedulikan dan justru berkata,

” Kisah kita seperti gelato ya Dek! Ada manis, kalau kamu sedang tersenyum. Ada dingin, kalau kamu sedang marah. Ada rasa bubblegum kalau kamu sedang manja. Kadang pahit juga kalau kamu sedang mendiamkanku.”

” Mana ada gelato pahit?” tanyaku mengerutkan dahi.

” Gelato apapun terasa pahit kalau kamu ngambek! hehehe..” dia tersenyum dan merengkuhku. Aku bersandar pada pelukannya.

” Makasih ya Dek, telah bersabar menemaniku selama ini.” bisiknya sambil memelukku erat.

” Adek juga berterima kasih mas mau bersabar dengan sikap adek yang kolokan.” bisikku. Aku terpejam dan membaui aroma khas suamiku yang telah akrab selama 35 tahun terakhir ini.

” Kamu itu seperti gelato. Lembut, manis, tapi kadang juga bikin pusing. hahahaha..” ujarnya. Aku menggelitikinya lagi.

” Mungkin usia kita tidak akan lama lagi Dek.” kata suamiku tiba-tiba.

” Sssh.. Mas nggak boleh bilang gitu.”

” Hehehe.. benar kan.. kita sudah sama-sama tua sekarang.”

” mas.. aah..”

” Sebelum kita berpisah nanti, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu.” dia melonggarkan pelukannya. Aku memandanginya penuh tanya.

” Maukah kamu menjadi istriku, sekali lagi, di akhirat sana Dek?”

Aku terdiam mendengar pertanyaannya. Aku begitu tersanjung, takut, sedih, bahagia, dan semua tercampur aduk begitu saja.

” Apakah Mas selama ini bahagia hidup denganku?”

” Iya.”

” Walaupun aku kolokan?”

” Iya Dek.”

” Yakin?”

” Yakin Sayang!”

” Kalau begitu, aku mau.” jawabku.

” Terima kasih Dek!” matanya berkaca-kaca. Dia kembali merengkuhku dan mencium puncak kepalaku. Tanpa terasa aku pun menangis.

” Dek..”

” Hmm..”

” Ingat nggak ini tanggal berapa?”

” 19 Oktober Mas.”

” Bukan..”

” Lalu?”

” Ini tanggal kencan pertama kita. Tanggal pertama kali kita bertemu. Dan selama itulah aku telah jatuh cinta kepadamu.”

” Aku mencintaimu dek.”

” Mas tau, aku juga selalu mencintaimu.

Malam itu kami tertidur sambil berpelukan. Entah kapan Tuhan akan memisahkan kami, semoga lamaran suamiku tadi disahkan olehNya dan kami dapat berkumpul lagi di surgaNya sebagai suami istri yang bahagia.

Aamiin..

Gelato adalah Gelato. Sebuah Italian frozen dessert yang mengandung komponen kimia berbeda dengan es krim. Rendahnya kandungan lemak, kalori, dan gula mengangkat Gelato menjadi lebih tinggi derajatnya dibanding es krim. - Anisa Titisari

Ujung Rokokmu

aku menangkap bumbungan asap yang mengepul dari ujung rokokmu yang terbakar dengan ekor mataku

membiarkanmu, yang membiarkan aku menghisap setiap partikel udara yang berbaur dan melebur bersama nikotina

lalu aku berusaha mengungkap setiap detail penampilanmu dari ujung rambut hingga ujung kaki

aku mencoba menyesap setiap manis yang terkecap dari bibirmu, membalasnya dengan senyuman pengampunan

aku terperangkap dalam pesonamu dan selamanya terbungkam

aku terdiam

perlahan mati sesak napas dengan paru-paru berlubang oleh asap yang mengepul dari ujung rokokmu yang terbakar

Yogyakarta, 24 Mei 2012 

ilustrasiku dibikin kaos.. :’)

Kau Masih Akan Bisa Bertahan

Sebenarnya dalam segala ketergesaan ini ada ribuan tanya yang berdesakan dalam kepalaku namun tak dapat terucap karena aku tau tidak ada satupun yang dapat menjawabnya,

selain aku.

Tuhan mengajarkan banyak hal, menerjemahkan keterasingan, mengenalkan banyak hal baru dalam pertanyaan-pertanyaan itu. Bahkan Tuhan memperkenalkan siapa aku sesungguhnya kepada diriku sendiri. Dari sanalah, dari perenungan, aku mendapatkan jawaban. Hanya saja, keraguan terlalu pekat hingga akhirnya membuatku bimbang. Apakah ini yang dimaui olehNya atau hanya olehku?

Aku kurang sabar, hingga segala tuntutan ini menggerogoti jiwaku. merapuhkan aku dari dalam. Membuat keyakinanku goyah dan susah untuk pasrah.

Aku keras kepala, hingga aku sendiri merasa sangat pusing. Kemudian muncul bayangan bahwa seluruh dunia bekerjasama menghimpitku.

Ya Tuhan, lapangkanlah aku.

Aku tau aku selalu memaksakan kehendak, merasa bahwa apa yang kuhendaki adalah kehendak Tuhan. Bahwa Tuhan ingin aku bisa, tapi sebenarnya akulah yang ingin aku bisa. Aku selalu lupa Tuhan maha kuasa. Aku selalu saja terlalu memaksa.

Ya Tuhan, apakah aku terlalu bebal?

Kadang aku ingin meloncat keluar, lari. Tapi aku tau semakin aku berlari, semakin aku dibuntuti. Aku sungguh ingin bertahan, tapi rasanya aku terlalu lelah berjuang sendirian. Berjuang mengatasi otak di kepalaku yang memiliki ide melampaui apa yang bisa kulakukan.

Jika sudah seperti itu, aku hanya bisa menangis. Meringkuk dalam kehampaan. Menyesali kesendirian. Menghitung sisa hari yang kumiliki untuk segera bertemu dengan Tuhan.

Dan setiap aku berada dalam ruang hampa itu, Tuhan selalu memundurkan waktunya untuk bertemu aku.

Itulah saat dimana Tuhan berkata,

Kau masih akan bisa bertahan!

Yogyakarta, 24 Mei 2013

Aku lelah

kadang ada sesuatu yang aku inginkan ada, yang senantiasa bisa aku persalahkan atas semua yang terjadi. kadang itu, saat dimana aku lelah. sangat lelah.

aku tau semua terjadi atas kehendak Tuhan. pun semua setelah keputusanku.

aku lelah. Tuhan tau aku akan merasa lelah.Justru pada saat itulah Dia membolak-balikkan duniaku, mengujiku sekali lagi atas keyakinanku.

tapi ini dunia nyata. tidak ada kamera tersembunyi yang aku bisa melambai kepadanya saat aku merasa sudah tidak kuat lagi. Di atas sana hanya ada Tuhan yang justru tersenyum karena Dia tau kalau aku selangkah lagi bisa berhasil menaikkan kemampuanku.

Tuhan, aku lelah. bisakah aku menyerah sekarang?

belindch - koas gigi yang lagi patah semangat

Tidak akan ada yang terlalu berat, terlalu ringan, terlalu sulit, ataupun terlalu mudah. Tuhan memperkirakannya dengan pas, sesuai kemampuan kita.

belindch - saat sedang sangat lelah

My wedding potrait ♥ #wedding #beauty #love

My wedding potrait ♥ #wedding #beauty #love